Selasa, 17 Februari 2015

Mengajarkan dan Menanamkan ILmu Tauhid pada Anak

Mengajarkan dan Menanamkan ILmu Tauhid pada  Anak

Lukmanul Hakim memberikan sebuah pengajaran yang indah pada anak – anaknya.  Peristiwa ini diabadikan Allah di dalam surat Al Luqman  ayat 11-12. Yang artinya
“ dan sesungguhnya Kami telah memberikan hikmah  kepada Lukman, yaitu   bersyukurlah   kepada Allah, barang siapa yang bersyukur kepada Allah sesungguhnya ia telah bersyukur terhadap diri mereka sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur sesungguhnya mereka telah kufur terhadap diri mereka sendiri. Dan ingatlah ketika lukman berkata kepada anak – anaknya, di waktu memeberikan  pelajaran kepadanya, “hai anakku, janganlah kelian mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang  besar”.
Nabi Ibrahim juga menanamkan ilmu tauhid kepada anak – anaknya, sebagaimana tersebut di dalam firman Allah swt::
“dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak – anakya, demikian pula  ya’kub. (Ibrahim berkata), “hai anak – anakku , sesungguhnya  Allah telah  memilih agama ini (islam) bagimu maka janganlah  kamu mati kecuali dalam memeluk agama  islam.” (Al Baqoroh : 132).
Ada banyak  kesalahan dalam memberikan pendidikan kepada anak. Dimana hal itu dapat memudarkan keyakinan dan kecintaan sang anak kepada Allah . contoh menakut – nakuti dengan hantu dan sejenisnya. Memberikan tontonan mistis yang sama sekali tidak layak ditonton apalagi untuk anak kecil, menciptakan rasa  takut kepada guru, ayah kakek,  atau neneknya sendidri dengan mengatakan “ awas, nanti kalau nakal dimarahi si A  atau si B  dan seterusnya”. Padahal orang yang dimaksud seyogyanya memberikan rasa cinta dan  pengayoman kepadanya.
Ada sebuah kejadian  suatu ketika ada seorang murid  yang berbicara  pada ustadznya. “ustadz, kalau malam   itu tidak boleh keluar kan?” kata seorang anak. “loh, memangnya kenapa?” Tanya sang ustadz. “nanti di gigit kuntil anak”, jawabnya. “o…jadi kalau keluar malam hari digigit kuntilanak ya?” 
“iya ustadz”, jawab anak itu.
Anak kecil dengan keluguan dan kepolosannya telah diracuni oleh mitos kuntilanak. Ini merupakan salah satu perbuatan yang harus dihindarkan oleh orang tua. Tanpa sadar kita telah menghancurkan akidah sang anak. Dan  jika hal itu tidak diluruskan maka 25 tahun atau 30 tahun mendatang, ia pun  akan  bilang kepada anak – anaknya, “jangan main di luar malam hari, nanti di gigit kuntilanak.” Dalam waktu dekat dia akan menularkan pemikiran sesat ini kepada adik – adiknya. Naudzubillah min dzalik.
Maka dari itu didiklah anak  anak kita dengan  ilmu tauhid yang telah diajarkan  para utusan Allah. Sebagaimana firman Allah yang telah disebutkan diatas.

Walaupun hanya sedikit semoga artikel ini  bermanfaat  untuk Ayah dan  Bunda, Abi dan Umi, Bapak dan  Ibu atau Mama dan Papa. Dan semua orang tua.  Amiin…
                                                       Membentuk Karakter Islami

                                                      Muhammad Sajirun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar