Mengajarkan dan Menanamkan ILmu Tauhid pada Anak
Lukmanul
Hakim memberikan sebuah pengajaran yang indah pada anak – anaknya. Peristiwa ini diabadikan Allah di dalam surat
Al Luqman ayat 11-12. Yang artinya
“ dan sesungguhnya Kami telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaitu bersyukurlah kepada Allah, barang siapa yang bersyukur
kepada Allah sesungguhnya ia telah bersyukur terhadap diri mereka sendiri dan
barang siapa yang tidak bersyukur sesungguhnya mereka telah kufur terhadap diri
mereka sendiri. Dan ingatlah ketika lukman berkata kepada anak – anaknya, di
waktu memeberikan pelajaran kepadanya,
“hai anakku, janganlah kelian mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan
Allah adalah kedzaliman yang besar”.
Nabi
Ibrahim juga menanamkan ilmu tauhid kepada anak – anaknya, sebagaimana tersebut
di dalam firman Allah swt::
“dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak – anakya,
demikian pula ya’kub. (Ibrahim berkata),
“hai anak – anakku , sesungguhnya Allah
telah memilih agama ini (islam) bagimu
maka janganlah kamu mati kecuali dalam
memeluk agama islam.” (Al Baqoroh :
132).
Ada
banyak kesalahan dalam memberikan
pendidikan kepada anak. Dimana hal itu dapat memudarkan keyakinan dan kecintaan
sang anak kepada Allah . contoh menakut – nakuti dengan hantu dan sejenisnya.
Memberikan tontonan mistis yang sama sekali tidak layak ditonton apalagi untuk
anak kecil, menciptakan rasa takut
kepada guru, ayah kakek, atau neneknya
sendidri dengan mengatakan “ awas, nanti kalau nakal dimarahi si A atau si B
dan seterusnya”. Padahal orang yang dimaksud seyogyanya memberikan rasa
cinta dan pengayoman kepadanya.
Ada
sebuah kejadian suatu ketika ada seorang
murid yang berbicara pada ustadznya. “ustadz, kalau malam itu tidak boleh keluar kan?” kata seorang
anak. “loh, memangnya kenapa?” Tanya sang ustadz. “nanti di gigit kuntil anak”,
jawabnya. “o…jadi kalau keluar malam hari digigit kuntilanak ya?”
“iya
ustadz”, jawab anak itu.
Anak
kecil dengan keluguan dan kepolosannya telah diracuni oleh mitos kuntilanak.
Ini merupakan salah satu perbuatan yang harus dihindarkan oleh orang tua. Tanpa
sadar kita telah menghancurkan akidah sang anak. Dan jika hal itu tidak diluruskan maka 25 tahun
atau 30 tahun mendatang, ia pun
akan bilang kepada anak –
anaknya, “jangan main di luar malam hari, nanti di gigit kuntilanak.” Dalam
waktu dekat dia akan menularkan pemikiran sesat ini kepada adik – adiknya.
Naudzubillah min dzalik.
Maka
dari itu didiklah anak anak kita dengan ilmu tauhid yang telah diajarkan para utusan Allah. Sebagaimana firman Allah
yang telah disebutkan diatas.
Walaupun
hanya sedikit semoga artikel ini
bermanfaat untuk Ayah dan Bunda, Abi dan Umi, Bapak dan Ibu atau Mama dan Papa. Dan semua orang
tua. Amiin…
Membentuk Karakter Islami
Muhammad Sajirun
