Kamis, 08 Januari 2015

Membangun Karakter Anak Usia Dini

ORANG TUA YANG BERKARAKTER
MENUMBUHKAN ANAK YANG BERKARAKTER

Ketika orang tua ingin menumbuhkan karakter positif dalam diri anak, maka orang tua harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti orang tua dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut.
Jadi, tidak hanya sekedar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Lagi pula, pada dasarnya anak memang lebih mudah belajar sesuatu melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain atau lingkungan sekitarnya, bukan sekedar mendengar kata-kata.
Salah satu contohnya, jika orang tua ingin mengembangkan sifat peduli pada anak, maka orang tua juga menerapkan perilaku peduli, baik kepada anak maupun lingkungan sekitarnya. Sikap peduli tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan perhatian kepada anak, mendengarkan keluh kesah anak, membantu orang lain yang sedang mengalami masalah, dan sebagainya.

Ketika orang tua peduli dengan anak, anak akan merasa nyaman. Anak pun belajar, bersikap peduli adalah perilaku yang tepat karena menimbulkan rasa nyaman dan bermanfaat bagi setiap orang, sehingga anak kemudian akan menerapkan sikap peduli dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah mengapa, agar anak memiliki karakter positif, orang tua dituntut memiliki perilaku positif pula sehingga dapat menjadi teladan bagi anak. 

PEMBENTUKAN KARAKTER DIPENGARUHI FAKTOR BAWAAN DAN     LINGKUNGAN

Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang di terima, bimbingan, pengarahan, dan interaksi orang tua dengan anak. Lingkungan yang positif akan membentuk karekter yang positif pula pada  anak.
Salah satu contoh kisah nyata, seorang anak laki – laki di besarkan dalam lingkungan binatang. Si anak berjalan dengan merangkak, makan , bertingkah laku, dan bersuara seperti binatang karena ia tidak bisa bicara. Orang yang menemuakan si anak berusaha mendidiknya kembali seperti halnya anak – anak pada umumnya. Hasilnya si anak tetap  memiliki pribadi seperti binatang kerena sebagian besar hidupnya dilalui bersama binatang sejak usia dini. Tampak disini betapa besar pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter. Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh bawaan, tetapi juga lingkungan (terutama dalam keluarga) memiliki pengaruh yang sangat besar.
Karekter berhubungan dengan prilaku positif yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri, bertanggung jawab, penolong, dapat di percaya, menghargai , menghormati, menyayangi, dan sebagainya. Pada dasarnya, setiap anak memiliki semua prilaku positif tersebut, sebagaiman telah ditanamkan oleh sang pencipta di dalam kodratnya. Masalahnya, kemampuan dasar yang terdapat di dalam diri anak itu tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus di kembangkan dengan sungguh – sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif dari ibu dan ayah. Jika setiap anak dan keluarga memiliki karakter positif, maka akan tercipta masyarakat dengan moral yang baik, sehingga akan tercipta pula bangsa yang dapat hidup rukun sesuai dangan aturan – aturan yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar