ORANG TUA YANG BERKARAKTER
MENUMBUHKAN ANAK YANG BERKARAKTER
Ketika orang tua ingin menumbuhkan karakter positif
dalam diri anak, maka orang tua harus memiliki karakter positif pula. Ini
berarti orang tua dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan
sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral
tersebut.
Jadi, tidak hanya sekedar memberi tahu apa yang
harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Lagi pula, pada
dasarnya anak memang lebih mudah belajar sesuatu melalui pengamatan terhadap
perilaku orang lain atau lingkungan sekitarnya, bukan sekedar mendengar
kata-kata.
Salah satu contohnya, jika orang tua ingin mengembangkan
sifat peduli pada anak, maka orang tua juga menerapkan perilaku peduli, baik
kepada anak maupun lingkungan sekitarnya. Sikap peduli tersebut dapat dilakukan
dengan cara memberikan perhatian kepada anak, mendengarkan keluh kesah anak,
membantu orang lain yang sedang mengalami masalah, dan sebagainya.
Ketika orang tua peduli dengan anak, anak akan
merasa nyaman. Anak pun belajar, bersikap peduli adalah perilaku yang tepat
karena menimbulkan rasa nyaman dan bermanfaat bagi setiap orang, sehingga anak
kemudian akan menerapkan sikap peduli dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah
mengapa, agar anak memiliki karakter positif, orang tua dituntut memiliki
perilaku positif pula sehingga dapat menjadi teladan bagi anak.
Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter
yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan terhadap dunia yang
dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang di
terima, bimbingan, pengarahan, dan interaksi orang tua dengan anak. Lingkungan yang
positif akan membentuk karekter yang positif pula pada anak.
Salah satu contoh kisah nyata, seorang anak laki – laki di besarkan dalam
lingkungan binatang. Si anak berjalan dengan merangkak, makan , bertingkah
laku, dan bersuara seperti binatang karena ia tidak bisa bicara. Orang yang
menemuakan si anak berusaha mendidiknya kembali seperti halnya anak – anak pada
umumnya. Hasilnya si anak tetap memiliki
pribadi seperti binatang kerena sebagian besar hidupnya dilalui bersama
binatang sejak usia dini. Tampak disini betapa besar pengaruh lingkungan
terhadap pembentukan karakter. Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan
bahwa karakter seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh bawaan, tetapi juga
lingkungan (terutama dalam keluarga) memiliki pengaruh yang sangat besar.
Karekter berhubungan dengan prilaku positif yang
berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri,
bertanggung jawab, penolong, dapat di percaya, menghargai , menghormati,
menyayangi, dan sebagainya. Pada dasarnya, setiap anak memiliki semua prilaku
positif tersebut, sebagaiman telah ditanamkan oleh sang pencipta di dalam
kodratnya. Masalahnya, kemampuan dasar yang terdapat di dalam diri anak itu
tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus di kembangkan dengan
sungguh – sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif dari ibu dan ayah.
Jika setiap anak dan keluarga memiliki karakter positif, maka akan tercipta
masyarakat dengan moral yang baik, sehingga akan tercipta pula bangsa yang
dapat hidup rukun sesuai dangan aturan – aturan yang berlaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar